Selasa, 10 Oktober 2017
Selasa, 12 September 2017
Pengertian IQ, EQ, AQ, DAN ESQ | Definisi dan Ciri - cirinya
Pengertian IQ, EQ, SQ, AQ, CQ, dan ESQ.
Setiap individu memiliki potensi
diri, dan setiap potensi antara satu individu dengan individu yang lain
pastilah berbeda. Potensi diri tersebut dibedakan menjadi dua, yakni potensi
fisik dan potensi psikis. Potensi fisik menyangkut dengan keadaan dan kesehatan
tubuh ( kurus, gemuk, dan lain-lain), wajah ( ganteng, jelek, cantik dan
lain-lain), dan ketahanan tubuh ( mudah sakit atau tahan sakit ). Sedangkan
potensi psikis berhubungan dengan IQ ( Intellegence Quotient ), EQ ( Emotional
Quotient ), SQ ( Spiritual Quotient ), AQ ( Addversity Quotient ),CQ (
Creativity Quotient ), dan ESQ ( Emotional Spiritual Quotient yang merupakan
gabungan dari EQ dengan SQ ).
1.Pengertian IQ ( Intellegence Quotient )
IQ merupakan kepanjangan dari
Intelegence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektuas, analisis,
logika, dan rasio seseorang. IQ adalah istilah kecerdasan manusia dalam
kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah,
belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan
awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tidak bisa berubah
adalah mitos ( alias salah kaprah ), karena penelitian modern membuktikan bahwa
kemampuan IQ seseorang dapat meningkat dari proses belajar. Kecerdasan ini pun
tidaklah baku untuk satu hal saja tetapi untuk banyak hal.
Ciri Ciri Perilaku Intellegence
-Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
-Serasi tujuan dan ekonomis / efesien.
-Masalah mengandung tingkat kesulitan.
-Keterangan pemecagannya dapat diterima
-Sering menggunakan abstraksi.
-Bercirikan kesempatan.
-Memerlukan pemusatan perhatian.
2.Pengertian EQ ( Emotional Quotient )
Kecerdasan emonisional adalah
kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan
untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, kesanggupan
untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan,
mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan
berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain, dan berdoa, untuk
memelihara hubungan dengan sebaik baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan
konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.
Aspek EQ
-Kemampuan kesadaran diri.
-Kemampuan mengelola emosi.
-Kemampuan memotivasi diri.
-Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
-Kemampuan berhubungan dengan orang lain ( empati )
Perilaku Cerdas Emosi
-Menghargai emosi negatif orang lain.
-Sabar menghadapi emosi negatif orang lain.
-Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
-Peka terhadap emosi orang lain.
-Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
-Tidak menganggap lucu emosi orang lain.
Sifat EQ Tinggi
-Berempati.
-Mengungkapkan dan memahami perasaan.
-Mengendalikan amarah.
-Kemampuan menyesuaikan diri.
-Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
-Hormat, ramah, setia, dan tekun.
3.Pengertian SQ ( Spiritual Quotient )
Kecerdasan spiritual tidak selalu
berhubungan dengan agama. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa yang
dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual
berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika dihadapkan pada masalah
pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta
menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati.
Kecerdasan spiritual membuat inividu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai
suatu ibadah.
Ciri Ciri SQ Tinggi
-Memiliki prinsip dan visi yang kuat.
-Berprinsip kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
-Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
-Mampu untuk menghadapai rasa takut.
-Cenderung memandang segala sesuatu itu berkaitan.
4.Pengertian AQ ( Addversity Quotient )
AQ adalah kemampuan / kecerdasan
seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan kesulitan dan mampu
mengatasi tantangan hidup. Paul G Stolz dalam AQ membedakan 3 tingkatan AQ
dalam masyarakat :
-Tingkat Quitrers ( orang yang berhenti )
Qoitrers adalah orang yang paling
lemah AQ nya. Ketika ia menghadapi masalah ia langusung berhenti dan
menyerah.
menyerah.
-Tingkat Campers ( orang yang berkemah )
Orang yang memiliki tingkay Campers
memiliki AQ sedang. Ia merasa cukup dan
puas dengan apa yang dicapainya dan ia tidak ingin lebih maju.
-Tingkat Climbers ( orang yang mendaki )
Climbers adalah orang yang ber-AQ
tinggi dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan
menghadapi kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.
5.Pengertian CQ ( Creativity Quotient )
Creativity adalah potensi seorang
untuk memunculkan suatu yang merupakan penemuan baru dalam bidang ilmu dan
teknologi serta semua bidang lainnya.
5 Ciri Kreatifitas :
-Kelancaran / kefasihan.
Kemampuan memproduksi banyak ide.
-Keluwesan.
Kemampuan untuk mengajukan
bermacam-mcam pendekatan jalan pemecahan masalah.
-Keaslian.
Mampu untuk melahirkan gagasan yang
original atau asli
-Penguraian
Kemampuan menguraikan sesuatu secara
terperinci.
-Perumusan kembali
Kemampuan untuk mengkaji kembali
suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.
6.Pengertian ESQ ( Emotional Spiritual Quotient )
ESQ merupakan gabungan dari EQ
dengan SQ yang berupa penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan
kecerdasan spiritual.
TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOGG-KU
SALAM FANGIRL^^
Sabtu, 09 September 2017
METODE - METODE DALAM BERPIDATO
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum
atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran
tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang
memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang
penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa Indonesia.
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
Fungsi dari pidato adalah:
a) mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan dalam sebuah organisasi.
b) mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
c) menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
d) mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan sukarela.
e) memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
f) membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
g) mempermudah adanya komunikasi dari pemimpin atau pejabat negara guna terciptanya keadaanyang demokratis.
h) menang massa/khalayak ramai. biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato.
A. Metode Dalam Membawakan Pidato
1. Metode Langsung. disebut dengan metode improptu, yaitu berpidato secara langsung dengan mengandalkan kemampuan, kemahiran dan wawasan ilmu. dilakukaan tanpa persiapan yang memadai.
2. Metode naskah. bicara didepan umum dengan bantuan naskah atau teks tertulis yang telah dipersiapkan. dapat kita jumpai dalam pidato kenegaraan, siaran televisi, atau acara-acara resmi.
3. Metode hafalan. berpidato dengan menghafal teks yang telah dipersiapkan, khususnya dalam penggunaan bahasa.
4. Metode variatif. menggabungkan ketiga metode sebelumnya. dilakukan secara langsung dengan memperhatikan urutan-urutan pembicaraan dan didukung persiapan naskah atau kerangka pidato. pengguanaan bahasa dan kata-kata yang dipilih relatif bebas, namun isi pembicaraan berorientasi pada naskah.
B. Jenis - Jenis Pidato
1. pidato pembukaan
pidato pembukaan adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC untuk mengawali atau membuka suatu acara. pidato ini dimaksudkan untuk membawa masuk hadirin kedalam prosesi acara.
2. pidato pengarahan
pidato iani memberikan seluruh gambaran mengenai suatu acara yang sedang dilaksanakan. hal ini dimaksudkan supaya seluruh hadirin mengetahui rangkaian acara yang sedang diikutinya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk fokus pada seluruh rangkaian acara.
3. pidato sambutan
pidato sambutan merupakan pidato yang biasanya disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu dapat dilakukan beberapa orang yang memliki kepentingan dalam acara tersebut.
4. pidato peresmian
pidato peresmian adalah pidato yang dilakukan oleh ornag yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. pidato ini merupakan salah satu pidato inti dalam suatu acara.
5. pidato laporan
pidato laporan yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau krgiatan tertentu. pidato ini adalah reportase terhadap suatu kejadian yang terjadi.
6. pidato pertanggungjawaban
pidato pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban mengenai suatu tugas yangsudah diemban dalam suatu peiode tertentu.
TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG-KU^^
ANNYEONG..
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
Fungsi dari pidato adalah:
a) mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan dalam sebuah organisasi.
b) mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
c) menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
d) mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan sukarela.
e) memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
f) membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
g) mempermudah adanya komunikasi dari pemimpin atau pejabat negara guna terciptanya keadaanyang demokratis.
h) menang massa/khalayak ramai. biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato.
A. Metode Dalam Membawakan Pidato
1. Metode Langsung. disebut dengan metode improptu, yaitu berpidato secara langsung dengan mengandalkan kemampuan, kemahiran dan wawasan ilmu. dilakukaan tanpa persiapan yang memadai.
2. Metode naskah. bicara didepan umum dengan bantuan naskah atau teks tertulis yang telah dipersiapkan. dapat kita jumpai dalam pidato kenegaraan, siaran televisi, atau acara-acara resmi.
3. Metode hafalan. berpidato dengan menghafal teks yang telah dipersiapkan, khususnya dalam penggunaan bahasa.
4. Metode variatif. menggabungkan ketiga metode sebelumnya. dilakukan secara langsung dengan memperhatikan urutan-urutan pembicaraan dan didukung persiapan naskah atau kerangka pidato. pengguanaan bahasa dan kata-kata yang dipilih relatif bebas, namun isi pembicaraan berorientasi pada naskah.
B. Jenis - Jenis Pidato
1. pidato pembukaan
pidato pembukaan adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC untuk mengawali atau membuka suatu acara. pidato ini dimaksudkan untuk membawa masuk hadirin kedalam prosesi acara.
2. pidato pengarahan
pidato iani memberikan seluruh gambaran mengenai suatu acara yang sedang dilaksanakan. hal ini dimaksudkan supaya seluruh hadirin mengetahui rangkaian acara yang sedang diikutinya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk fokus pada seluruh rangkaian acara.
3. pidato sambutan
pidato sambutan merupakan pidato yang biasanya disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu dapat dilakukan beberapa orang yang memliki kepentingan dalam acara tersebut.
4. pidato peresmian
pidato peresmian adalah pidato yang dilakukan oleh ornag yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. pidato ini merupakan salah satu pidato inti dalam suatu acara.
5. pidato laporan
pidato laporan yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau krgiatan tertentu. pidato ini adalah reportase terhadap suatu kejadian yang terjadi.
6. pidato pertanggungjawaban
pidato pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban mengenai suatu tugas yangsudah diemban dalam suatu peiode tertentu.
TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG-KU^^
ANNYEONG..
RESEP MEMBUAT KUE LAPIS LEGIT
Kue lapis legit, tentu saja anda sudah tidak asing lagi dengan kue yang satu
ini bukan? Ya kue yang legit ini memiliki rasa yang begitu enak dan
nikmat, sehingga pantas saja jika kue ini disukai atau digemari banyak
orang.
Kue lapis legit memiliki tampilan yang khas dan menarik, karena seperti itu cocok disajikan pada berbagai acara, baik acara formal atau non formal.
Resep kue lapis legit bisa dengan mudah dibuat di rumah. Namun, jika anda tidak memiliki oven atau oven di rumah sedang rusak, maka anda bisa membuat kue lapis legit kukus.
Cara membuat kue lapis legit kukus ini sederhana dan praktis. Penasaran dan ingin tahu resep kue lapis legit kukus dan cara membuatnya? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung pada pembahasan di bawah ini.
.

Demikian resep dan cara membuat kue lapis legit kukus. Selamat mencoba dan share resep ini kepada teman anda.
Kue lapis legit memiliki tampilan yang khas dan menarik, karena seperti itu cocok disajikan pada berbagai acara, baik acara formal atau non formal.
Resep kue lapis legit bisa dengan mudah dibuat di rumah. Namun, jika anda tidak memiliki oven atau oven di rumah sedang rusak, maka anda bisa membuat kue lapis legit kukus.
Cara membuat kue lapis legit kukus ini sederhana dan praktis. Penasaran dan ingin tahu resep kue lapis legit kukus dan cara membuatnya? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung pada pembahasan di bawah ini.
.

Bahan Utama Kue Lapis Legit Kukus
- 200 gram tepung terigu protein sedang
- 2 1/2 sendok makan susu kental manis
- 8 butir telur
- 1 sendok makan emulsifier
- 40 gram susu bubuk
- 200 gram margarin
- 200 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh esens vanila
- 1/2 sendok teh baking powder
Bahan Taburan
- 1 sendok makan bumbu spekuk
- 1/2 sendok makan cokelat bubuk
Cara Membuat Lapis Legit Kukus yang Enak, Nikmat dan Sederhana
Cara Membuat Adonan Kue Lapis Legit Kukus
- Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu menyiapkan wadah yang akan digunakan untuk membuat adonan. Lalu masukan margarin yang sudah anda siapkan ke dalam wadah tersebut. Kocok margarin sampai lembut.
- Setelah itu, tambahkan susu kental manis ke dalamnya. Kocok kembali sampai merata dan sisihkan terlebih dahulu.
- Pada wadah yang terpisah, silahkan campurkan gula pasir, telur dan emulsifier. Lalu kocok campuran bahan bahan tersebut sampai mengembang.
- Masukan susu bubuk, baking powder dan tepung terigu sambil diayak dan diaduk-aduk rata.
- Selanjutnya, tambahkan esens vanila dan aduk kembali sampai rata.
- Tuangkan adonan ini sedikit demi sedikit ke dalam kocokan mentega sambil anda aduk-aduk dengan perlahan sampai merata.
Cara Membuat Kue Lapis Legit Kukus
- Siapkan loyang berukuran 20x20x7 cm. Lalu olesi loyang tersebut dengan menggunakan minyak atau margarin secukupnya. Alasi loyang tersebut dengan menggunakan kertas roti.
- Ambil adonan dan tuangkan sebanyak 75 gram ke dalam loyang, lalu ratakan.
- Ambil bahan taburan yang sebelumnya sudah anda campur rata. Lalu ayak tipis bahan taburan tersebut.
- Siapkan pengukusan dan kukus selama kurang lebih 5 menit di atas api sedang.
- Setelah itu, tuangkan kembali adonan sebanyak 75 gram. Lalu ayak tipis bahan taburan dan kukus lagi selama 5 menit sampai matang.
- Lakukan langkah yang sama hingga adonan habis.
- Setelah adonan habis, kukus kue lapis legit ini selama kurang lebih 10 menit atau sampai kue benar-benar matang.
- Apabila sudah matang, anda bisa langsung mengangkatnya. Tunggu beberapa saat sampai kue dingin. Baru setelah itu anda bisa langsung memotong-motongnya.
- Ambil tempat atau piring saji, sajikan kue ini di atas tempat saji dan hidangkan.
Demikian resep dan cara membuat kue lapis legit kukus. Selamat mencoba dan share resep ini kepada teman anda.
TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOGG-KU^^
FAKTOR - FAKTOR PENENTU KESUKSESAN MENJADI MC
MC merupakan singkatan dari Master of Ceremony, yang artinya "penguasa acara, pengendali acara, pembawa acara, pengatur acara, atau pemimoin acara". Dalam pelaksanaan tugas, MC bertindak sebagai tuan rumah suatu kegiatan atau acara. Ia berperan mengumumkan suatu susunan acara dan memperkanalkan orang yang akan tampil mengisi acara. Ia pula yang bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar dan tepat waktu, serta meraih atau khidmat dari awal hingga akhir.
Master of Ceremony adalah orang yang bertugas memandu dan bertanggung jawab atas lancar dan suksesnya suatu acara. seorang MC harus mampu membaca ssituasi, menciptakan suasana sesuai karakteristik acaranya, dan memungkinkan adanya dialog dengan audience.
1. Faktor Bahasa
Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, Departemen Pendiidikan Nasional, mengisyaratikan ada lima faktor kebahasaan yang harusa diperhatikan oleh seorang pembawa acara jika ingin berhasil dalam tugasnya.
a. lafal yang benar
lafal yang menyangkut pengucapan kata yang benar dan jelas. mungkin suara anda lembut namun ketika mengucapkan kata, tidak menampilkan bunyi kata yang sebenarnya. pengucapan kata harus jelas terdengar. Untuk itu gerakan alat - alat pengucapan seperti lidah, bibir, dan gigi harus leluasa. Demikian pula dengan volume suara harus cocok, sesuai dengan kebutuhan pendengar. selain itu juga lebuh penting yaitu kelancaran. Pembawa acara harus bisa berbicara lancar, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat agar pendengar dapat dengan mudah memahaminya. Kata-kata bahasa Indonesia kadang-kadang diucapkannya denagn pengaruh bahasa asing atau pengaruh bahasa daerah.Padahal, kata-kata bahsa Indonesia harus dilafalkan sebagaimana kata itu dituliskan.
contoh:
unit dibaca unit, bukan yunit.
organisasi dibaca organisasi, bukan orhanisasi.
TVRI dibaca te-ve-er-i bukan ti-vi-er-i.dsb
selain beberapa conto diatas, hendaknya seorang MC harus menghindari pelafalan karena pengaruh idialek. idialek sering dipakai adalah pemggunaan e yang berulang-ulang.
b. aksentuasi
Aksentuasi adalah tekanan kata. dalam bahasa indonesia tekanan kata tidak menbedakan makna katanya. akan tetapi, secara umum kata dalam bahsa Indonesia jatuh pada satu suku kata akhirnya. anda dapat membayangkan bagaimana memajemukan bila seseorang itu berbicara secara monoton ( tanpa tekanan pada kalimat yang diucapkan).
contoh:
kemana tidur hancur
siapa selektif bagaimana
c. pemenggalan kalimat ( jeda )
Pemenggalan suatu kalimat biasanya tidak terlepas dari dialektika seseorang. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang bahasa, yaitu bahasa daerah. Kemampuan memenggal kalimat secara tepat banyak bergantung pada perasaan bahsa seseorang. Akan tetapi, kemamapuan ini dapat ditingakatkan dengan berlatih memahami makna setiap kata dalam hubungan kalimat. Hal ini penting karena makna kalimat bahasa Indonesia antara lain ditentukan oleh pemenggalan kalimatnya.
d. Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang digunakan pembawa acara dalam memandu acara. Kata - kata yang digunakan hendaknya tepat, jelas dan bervariasi.
Hal tersebut untuk mempermudah pendengar dalam memahami. Disamping itu hendanya menggunakan kata - kata yang sudah dikenal (akrab) ditelinga masyarakat, Misalnya menggunakan kata"tepat" daripada efektif, kata "hemat" daripada efisien. memang kata yang belum dikenal dapat membangkitkan rasa ingin tahu namun akan menghambat kelancaran berbicara.
e. Intonasi
Intonasi menyangkut beberapa empat hal, yaitu tekanan, nada, tempo, dan jeda. Tekanan menyangkut keras lemahnya suara, sedangkan nada berkaitan dengan tinggi rendahnya suara. Tempo berkaitan dengan cepat lambatnya berbicara dan jeda menyangkut perhentian. Keempat hal tersebut harus dipahami secara serasi unttuk memperoleh intonasi yang baik dan menarik.
f.. Enunsiasi
Enunsiasi adalah kejelasan pengucapa kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat (jeda). Ada orang yang berbicara menggumam sehingga kata - kata yang diucapkan tidak terdengar jelas, Ada juga yang apabila bebicara terlalu cepat sukar dipahami ucapannya. Hal ini dihindari oleh pembawa acara jika ia ingin berhasil dalam tugasnya Caranya, adalah dengan selalu berlatih terutama berlatih vokal.
g. Menggunakan Kalimat Secara Efektif
Kalimat efektf adalah kalimat yang mengandung unsur pesan yang jelas. Kejelasan kalimat efektif terbukti jika pendenagn dapat memahami apa yang dikatakan oleh pembicara.
Master of Ceremony adalah orang yang bertugas memandu dan bertanggung jawab atas lancar dan suksesnya suatu acara. seorang MC harus mampu membaca ssituasi, menciptakan suasana sesuai karakteristik acaranya, dan memungkinkan adanya dialog dengan audience.
1. Faktor Bahasa
Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, Departemen Pendiidikan Nasional, mengisyaratikan ada lima faktor kebahasaan yang harusa diperhatikan oleh seorang pembawa acara jika ingin berhasil dalam tugasnya.
a. lafal yang benar
lafal yang menyangkut pengucapan kata yang benar dan jelas. mungkin suara anda lembut namun ketika mengucapkan kata, tidak menampilkan bunyi kata yang sebenarnya. pengucapan kata harus jelas terdengar. Untuk itu gerakan alat - alat pengucapan seperti lidah, bibir, dan gigi harus leluasa. Demikian pula dengan volume suara harus cocok, sesuai dengan kebutuhan pendengar. selain itu juga lebuh penting yaitu kelancaran. Pembawa acara harus bisa berbicara lancar, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat agar pendengar dapat dengan mudah memahaminya. Kata-kata bahasa Indonesia kadang-kadang diucapkannya denagn pengaruh bahasa asing atau pengaruh bahasa daerah.Padahal, kata-kata bahsa Indonesia harus dilafalkan sebagaimana kata itu dituliskan.
contoh:
unit dibaca unit, bukan yunit.
organisasi dibaca organisasi, bukan orhanisasi.
TVRI dibaca te-ve-er-i bukan ti-vi-er-i.dsb
selain beberapa conto diatas, hendaknya seorang MC harus menghindari pelafalan karena pengaruh idialek. idialek sering dipakai adalah pemggunaan e yang berulang-ulang.
b. aksentuasi
Aksentuasi adalah tekanan kata. dalam bahasa indonesia tekanan kata tidak menbedakan makna katanya. akan tetapi, secara umum kata dalam bahsa Indonesia jatuh pada satu suku kata akhirnya. anda dapat membayangkan bagaimana memajemukan bila seseorang itu berbicara secara monoton ( tanpa tekanan pada kalimat yang diucapkan).
contoh:
kemana tidur hancur
siapa selektif bagaimana
c. pemenggalan kalimat ( jeda )
Pemenggalan suatu kalimat biasanya tidak terlepas dari dialektika seseorang. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang bahasa, yaitu bahasa daerah. Kemampuan memenggal kalimat secara tepat banyak bergantung pada perasaan bahsa seseorang. Akan tetapi, kemamapuan ini dapat ditingakatkan dengan berlatih memahami makna setiap kata dalam hubungan kalimat. Hal ini penting karena makna kalimat bahasa Indonesia antara lain ditentukan oleh pemenggalan kalimatnya.
d. Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang digunakan pembawa acara dalam memandu acara. Kata - kata yang digunakan hendaknya tepat, jelas dan bervariasi.
Hal tersebut untuk mempermudah pendengar dalam memahami. Disamping itu hendanya menggunakan kata - kata yang sudah dikenal (akrab) ditelinga masyarakat, Misalnya menggunakan kata"tepat" daripada efektif, kata "hemat" daripada efisien. memang kata yang belum dikenal dapat membangkitkan rasa ingin tahu namun akan menghambat kelancaran berbicara.
e. Intonasi
Intonasi menyangkut beberapa empat hal, yaitu tekanan, nada, tempo, dan jeda. Tekanan menyangkut keras lemahnya suara, sedangkan nada berkaitan dengan tinggi rendahnya suara. Tempo berkaitan dengan cepat lambatnya berbicara dan jeda menyangkut perhentian. Keempat hal tersebut harus dipahami secara serasi unttuk memperoleh intonasi yang baik dan menarik.
f.. Enunsiasi
Enunsiasi adalah kejelasan pengucapa kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat (jeda). Ada orang yang berbicara menggumam sehingga kata - kata yang diucapkan tidak terdengar jelas, Ada juga yang apabila bebicara terlalu cepat sukar dipahami ucapannya. Hal ini dihindari oleh pembawa acara jika ia ingin berhasil dalam tugasnya Caranya, adalah dengan selalu berlatih terutama berlatih vokal.
g. Menggunakan Kalimat Secara Efektif
Kalimat efektf adalah kalimat yang mengandung unsur pesan yang jelas. Kejelasan kalimat efektif terbukti jika pendenagn dapat memahami apa yang dikatakan oleh pembicara.
TEKNIK PERNAFASAN DALAM BERNYANYI
Teknik Vocal dan Teknik Pernafasan dalam Bernyanyi Unisono
Bagaimanakah teknik barnyanyi secara unison? Bagaimanakah teknik vocal
dalam bernyanyi secara unison ? apakah pengertian daripada bernyanyi
secara unison ? berikut adalah ulasan singkat tentang beberapa
pertanyaan yang ada diatas berikut yang akan kita bahas secara
terperindi satu-persatu, adapun ulsannya adalah sebagai berikut :
Sudah kita sama-sama ketahui bahwa warisan budaya Indonesia itu beraneka
ragam, salah satu dari budaya tersebut adalah berbagai macam jenis
lagu-lagu daerah yang ada diseluruh Nusantara. Warisan budaya Indonesia
yang diakui oleh UNESCO dan dikelompokkan menjadi, warisan alam, cagar
alam atau situs , dan karya tak benda. Warisan budaya yang telah diakui
antara lain Taman nasional Ujung kulon di banten, tman nasional Komodo
di nusa tenggara timur, taman nasional leuser di aceh, candi Borobudur
dan prambanan, situs manusia purba disangiran, wayang kulit, keris ,
batik, angklung, subak dibali, noken dari papua dan tari saman dari
aceh.
1. Bernyanyi secara unisono
Pengertian daripada bernyanyi unison adalah bernyanyi satu suara seperti
menyanyikan melodi suatu lagu. Partitur lagu bernyanyi unisono hanya
melodi saja. Lagu daerah yang merupakan warisan budaya dapat dinyanyikan
secara unison.
2. Teknik vocal
Pada acra-acara pertelevisian, sering kita melihat atau menyaksikan
bagaimana komentar-komentar seorang juri kepada seorang peserta lomba
bernyanyi. Istilah-istilah teknik vocal sering pula kita dengan dari
para juri yang menilai penampilan seorang peserta lomba bernyanyi.
Istilah-istilah itu antara lain adalah sebagai berikut :
- Teknik pengucapan ( Artikulasi )
- Teknik sikap dalam bernyanyi ( Phrasering )
- Teknik memainkan Nada tinggi dan rendah ( Intonasi )
A. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan benar dalam bernyanyi
B. Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar
sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah bernyanyi yang
berlaku
C. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada dalam bernyanyi yang
harus dijangkau dengan tepat atau benar atau tidak fals dalam
menyanyikannya.
3. Teknik Pernapasan
Pernapasan dalam seni vocal memiliki teknik tersendiri yang terbagi
menjadi beberapa bagian utama dalam bernyanyi, teknik pernapasan
dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu :
![]() |
| Teknik Vocal dan Teknik Pernafasan dalam Bernyanyi Unisono |
a. Pernapasan Dada
Pendek dan tidak cocok digunakan dalam seni vocal. Pada pernapasan dada,
bagian tubuh yang mengembang adalah dada, jenis pernapasan ini biasanya
dilakukan untuk menghasilkan nada-nada rendah, namun kelemahannya
adalah si penyanyi akan mudah atau cepat kehabisan nafas maka dari itu
teknik ini kurang baik dalam bernyanyi.
b. Pernapasan Perut
Teknik ini dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga
udara luar dapat masuk, cara ini kurang efektif sebab udara dengan cepat
dapat keluar sehingga dpat membaut paru-paru menjadi lemah dan cepat
letih. Pada pernapasan perut maka bagian yang mengembang adalah perut
dan jenis pernapasan ini dapat menghasilkan suara yang sangat keras
namun tidak begitu baik digunakan dalam bernyanyi apa lagi untuk
mengikuti kompetisi bernyanyi.
c. Pernapasan Diafraqma
Teknik ini paling baik dan cocok untuk digunakan dalam bernyanyi sebab
pada saat diafraqma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga
perut menjadi longgar, volume menjadi bertambah dan hal tersebut dpat
membuat tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk kedalam
paru-paru dan napas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh
diafraqma dan otot-otot bagian samping kri. Kenapa dikatakan paling
cocok sebab teknik pernapasan ini dapat mengambil napas
sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya secara perlahan dan teratur.
Teknik ini dapat memungkinkan seorang penyanyi untuk menghasilkan suara
yang murni dengan nafas yang panjang.
Adapun berlatih vocal dapat dilakukan sembari bernyanyi yaitu dengan
melakukan eksplorasi lagu model dengan kata lain lagu yang sudah dikenal
dan digunakan untuk mengenal konsep elemen music . lagu model tersebut
dinyanyikan dengan mengubah nada dasar secara berturut-turut naik dan
turun.
Demikian penjelasan singkat tentang teknik, ragam dan pengertian dari
bernyanyi ini semoga bermanfaat untuk semuanya dan semoga semakin
menambah pengetahuan serta referensinya dalam belajar.
TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOGG-KU
Langganan:
Postingan (Atom)

